JAKARTA ON WEEKEND - Kembalinya Weekend Gigs Secara Perlahan

 

JAKARTA ON WEEKEND :

KEMBALINYA WEEKEND GIGS SECARA PERLAHAN

Gigs : Alternative Nation VOL.1 – Minggu, 10 Oktober 2021, Hard Rock Cafe Jakarta

Hampir memasuki 2 tahun berhentinya acara-acara music gigs yang biasanya sering kita temui di setiap sabtu minggu, baik di dalam ibukota maupun di kota-kota lainnya. Kali ini saya sebagai penulis merasakan sebuah nafas baru yang berhembus dengan adrenalin yang lumayan hangat tetapi dengan perasaan yang sama. Ya, Kembali bermunculannya Weekend Gigs di Jakarta. Tepatnya pada tanggal 10 Oktober 2021 hari minggu kemarin, acara bertajuk Alternative Nation Vol.1 yang digelar di Hard Rock Cafe Jakarta lumayan sukses diselenggarakan. Pihak yang menyelenggarakan acara tersebut ialah kolektif kolaborasi dari Barat Nation dan CekSound, berhasil mengkombinasikan headliner wajah-wajah yang terbilang cukup ‘lama’ berada di skena dan wajah-wajah baru yang terbentuk karena pertemanan mereka. Acara yang diadakan di Kawasan SCBD Pacific Place tersebut terbilang cukup aman dan strict dalam menyaring siapa saja yang bisa memasuki venue, dengan menggunakan scan QR code dari aplikasi Peduli Lindungi guna mencegah penyebaran virus CoVid-19 serta menaati prokes (Protokol Kesehatan) yang berlaku dan hanya memperbolehkan pendatang yang sudah vaksin secara dua kali untuk memasuki kawasan tersebut. Gigs ini terbilang skala kecil, namun menampilkan beberapa band yang tidak cukup asing dimata saya sebagai penulis juga penikmat musik. Headline yang ditampilkan adalah Unisex, The Northside, Coburn, Sengau, The Producers, The Satmoko, Toiletsounds dan Kausa. Beberapa band tersebut diantaranya pernah masuk ke dalam kompilasi ‘Get A Noise’ pada tahun 2005.

Kausa, yang dimotori dengan adanya Lukman ‘Buluks’ Laksmana menjadi sebuah ledakan akhir di penghujung acara tersebut. Namun cukup disayangkan, Kausa hanya bisa membawakan satu lagu mereka di akhir acara karena keterbatasan waktu yang ada. Tetap saja mereka berhasil membuat sorak sorai audience yang ada dengan hantaman riff gitar yang low & heavy dan gebukan perkusif drum yang agresif, dibarengi dengan karakter vokal Buluks yang penuh testosterone dan memantik api pada sumbu hulu ledak kami seraya penonton untuk ikut maju ke depan dan ber-headbanging ria.

Acara tersebut berhasil menggaet euphoria penonton karena kerinduan mereka tentang adanya lagi sebuah event gigs di Jakarta, hal itu bisa dirasakan ketika band-band tersebut menaiki stage dan riuh penonton yang semakin malam semakin memanas. Biarpun terjadinya kendala selalu ada dalam setiap pagelaran acara musik, diantaranya ialah amplifier pada venue sedang tidak bisa digunakan dan hanya menggunakan metode direct sound langsung ke FOH  (Front Of House) untuk semua instrumen yang ada. Saya rasa mereka yang tergabung pada band-band yang tampil malam itu merasa kurang maksimal dalam menghantarkan distorsi dan gelombang sonik dalam performance mereka. Biar bagaimanapun, acara tetap terselenggara dan urusan sound itu nomor sekian. Mereka yang berada di panggung tetap hingar menyampaikan karya mereka dan crowd yang ada pun tetap merasakan aura gigs yang sudah lama tidak pernah mereka rasakan : intimasi, adrenalin & stage dive! .  Acara berlangsung selama 5 jam, dimulai saat jam 5 sore hingga jam 9 malam. Mengikuti regulasi yang ada dimana ruang hiburan saat ini masih dibatasi operasionalnya yang saat ini hanya boleh sampai jam 9 malam.

Awal acara dibuka dengan Unisex, band yang dimana seorang vokalisnya (Koms) juga menjadi pembawa acara di gigs tersebut. Koms selain menjadi pembawa acara dan frontman di Unisex, juga menjadi orang dibelakang layar untuk konten informasi digital Shindu Scoop. Koms sudah dua kali saya temui di dua acara yang berbeda, pertama di acara IndFlux Fest di salah satu bar hotel di kemang saat Koms hanya menjadi penonton, dan kali ini di acara dimana ia menjadi tuan rumahnya. Namun kali ini saya sebagai penulis berhasil ‘menculik’ Koms selepas akhir acara untuk dimintai keterangan mengenai proses pembuatan acara dan sekelebat komentar mengenai gigs ini. Berikut hasil percakapan saya dengan koresponden :

Bilal : “Halo Bung Koms dari Unisex, kita ketemu lagi di weekend ini. Kali ini elo sebagai MC pembawa acara sekaligus manggung di acara lo sendiri”

Koms : “Iya nih, elo lagi elo lagi. Hahaha” sambil tertawa lebar seraya merapihkan kaos Misfits-nya

Bilal : “Haha iya, komentar lo gimana nih soal acara yang berjalan sekarang ? Volume 1 ?”

Koms : “Seru sih, sebenernya acara ini kolaborasi Barat Nation bareng CekSound nih. Ini ada orang dari Barat Nation juga” sambil menggaet Azril disampingnya yang belum saya kenal. “CekSound itu salah satu program musik di skena kita (istilahnya bawah tanah) yang menyoroti tentang musisi, band, dan pelaku musik di skena ini”

Bilal : “Lagi-lagi ‘orang lama’ dia nih, pertama gue maaf banget nih sebelumnya ga sempet nonton Unisex manggung karena tadi kirain acaranya bakal molor (seperti biasa) karena pas jam 5 lewat tadi masih sepi ternyata udah manggung ya. Menurut lo gimana nih bang dengan regulasi yang ada kan, MC udah ngasih tau nih kalo ‘lo harus jaga jarak, jaga jarak gitu’ terus kaya dari diri lo sendiri sebagai MC dan pembuat acara kaya gimana tuh untuk reaksi crowd yang cukup susah dibilangin ?”

Koms : “Santai aja gapapa, Ya harus dari kesadaran masing-masing sih. Ini ada Azril nih dari Barat Nation yang bakal nambahin lo juga, kita juga udah di vaksin semua yah. Karena masuk sini juga prosedurnya ketat. Maksud gue, ya memang harus ada kesadaran sih intinya. Supaya acara gini bisa berlangsung terus, biar ada Volume 2, 3 dan selanjutnya”

Bilal : “Nah ini kan kaya dibilangnya atau bisa dibilangnya titik balik lah, milestone pertama untuk diadainnya acara skena-skena mulai bermunculan lagi nih di akhir tahun pandemi. Harapan elo gimana sih kedepannya ?”

Koms : “Harapan sih sebenarnya ya itu tadi, bergulirnya gigs-gigs yang lebih proper dan oke. Pandemi cepat berlalu dulu deh, biar kita tidak terbatas atau segala macamnya. Temen-temen juga protokol kesehatan juga harus diperketat, harus cuci tangan dan jaga jarak dan pake masker !”

Bilal : “Lo mungkin mau nambahin Bung Azril ?”

Azril : “Ya dengan agak longgarnya yah, ada nafas lega dari pemerintah untuk dunia hiburan untuk pelaku pelaku seni dan pelaku music, gue rasa sih acara acara kaya gini sih udah mulai bermunculan. Dan memang perlu kesadaran yang amat sangat besar dari masyarakat, dari pecinta musik. Penonton lah. Untuk tadi yang Koms bilang, untuk prokes dan segala macem. Gue ngerasa seneng untuk acara ini berlangsung sukses biarpun adanya kendala. Dan lo tau sendiri kan tadi dibatasin, gue rasa sih kalo gak dibatasin bakalan membludak penuh. Tapi ya alhamdulillah, acara berlangsung dengan baik, next yang gue pikirin sama Koms sih mungkin adanya Volume 2, buat ngebantu ‘akar rumput’ supaya ga mati. jadi kami ga selalu main diatas” seraya menunjuk panggung

Bilal : “Wah iya, tapi kita belum kenalan dulu. Gue bilal”

Azril ; “Gue Azril dari Barat Nation”

Bilal : “Bukan dari Barat Nation lah, dari band-nya lah. haha”

Azril : “Haha. Gue dari Sengau”

Bilal : “Ngeri. Oke kita ngomongin Sengau deh. Gue tadi sengaja ke tengah-tengah karena pengen denger sound lo. Tapi bisa gak sih gue sebagai pendengar bilang kalau Sengau tuh ngincer sound-sound yang Smashing Pumpkins yang awal-awal masih agak post-punk?”

Azril : “Iya karena emang gue suka post-punk. Tapi gue suka Dinosaur.Jr juga. Jarang juga gak sih yang mainin Smashing Pumpkins saat ini? Jadi nuansa-nuansa kaya gitu sih yang mau kita hadirkan. Jadi untuk apa sepertinya musik kami sih gue rasa dipulangin ke temen-temen sebagai pendengar”

Bilal : “Nah untuk masalah kendala peralatan tadi. Itu emang ga bisa di pungkiri sih ya, pasti setiap acara pasti ada aja gitu. Dari riders yang ga ada, dari peralatan yang ‘gitu’. Nah itu emang gabisa di prediksi ga sih untuk kita gabisa pake ampli, kaya gitu-gitu ?”

Koms : “Ya itu tadi emang gimana ya. Haha. Kedepannya sih kita bakalan lebih persiapan kali ya, karena kita kedepan bakalan lebih lintas ke beberapa genre. Mungkin agak lebih siang, mungkin agak dibatasi juga penontonnya. Terus juga itu sih, persiapan. Persiapan penting juga”

Azril : “Sebenernya untuk acara ini kita sangat-sangat mendadak sekali. Satu lagi kita juga mungkin sedikit dipercepat karena takut keadaan berubah lagi. Jadi sebenernya kalo masalah sound sih kan sebenernya Hard Rock soundnya terkenal bagus. Akan tetapi ada kendala kenapa gue pake drum elektrik hari ini, karena soundcraft-nya lagi ada trouble. Satu lagi kan tiap hari disini live music, jadi mungkin ada kendala di sekitar situ gue gatau. Gue gabisa prediksi, diluar kapasitas gue. Itu aja”

Bilal : “Oh gitu. Hahaha.”

Koms : “Apalagi nih? Unisex? Hahaha”

Bilal : “Wahaha. Nah gue mau tanya sekitar itu, dulu kalian pernah ada di kompilasi ‘Get A Noise’ dulu dalam rilisan kaset. Bisa diceritain gak sih dulu gimana kompilasi itu? Apa itu kaset cuman buat temen-temen doang? Karena gue rasa kayanya acara ini juga buat temen-temen doang nih” sambil kita tertawa bersama

Koms : “Haha iya betul”

Bilal : “Mengingat ini sangat berbaik hati sekali kan. Ini acara free entry bener bener free entry

Koms : “Iya ini ga ada komersialnya. Ya artinya kan emang kita berbagi semangat ya, lagi lagi berbagi kegembiaraan ditengah kondisi seperti ini. Gue pikir ga masalah sih genre apapun yang penting masih main bawa karya sendiri, gue pikir itu hal yang sangat luar biasa. Seperti beberapa waktu lalu gue ketemu Om Iwan (Iwan Fals), Bob Tutupoli ‘Music itu apalagi lagu, itu seperti anak sendiri’. Artinya bisa kalo gue sama Azril ini punya anak kan pasti bertemen lah ya kan. Ga terlalu masalah juga. Hahaha” sambil tertawa sama Azril

Bilal : “Wah filosofis nih. Hahaha”

Koms : “Hahaha iya filosofis ya”

Bilal : “Selanjutnya ada kepikiran dengan adanya Volume 2 bakal adanya sponsor yang masuk atau gandeng sponsor? Kan euphoria nya kan udah keliatan nih. Ada kemungkinan gak sih?”

Azril : “Kalo ini kan emang sebenernya kita mau bikinnya besar awalnya yah. Cuma kan waktu itu jaman PSBB longgar, kita kirain kelar. Taunya berlanjut ke season 2 PPKM.” Sambil kita tertawa bersama

Koms : “Doain ajalah. Hahaha”

Azril : “Nah, kita ketemu dan kita kompak kita bikin free entry. Jadi ga ada unsur komersialisme disini, kita pure buat gerakan ‘akar rumput’ yah. Musik pemula atau band-band temen-temen yang udah lama ga keliatan lagi”

Koms : “Ya artinya kan ada tegur sapa dan komunikasi disini. Ini juga kan sebagai penghargaan buat temen-temen yang sudah berada di skena ini. Tau kan tadi ada Coburn, wah itu dia tuh. Coburn pecah. Band lama yang udah lama ga keliatan juga. ToiletSounds juga. Itu kan gue pikir berada di jalur major atau indie, lebih sulit yang di indie. Rintangannya lebih tajem. Terjangannya juga. Ya ini salah satu bentuk penghargaan kami untuk temen temen yang masih konsisten dan punya semangat juang. Itu sih. Semoga ke depannya bisa lebih baik dan kita juga mohon maaf ada kekurangannya”

Azril : “Mohon maaf juga atas segala kekurangan yang terjadi ya dan kita tidak ingin hal itu terjadi kan. cuman kan itu diluar kapasitas kita ya faktor sound dan segalanya. Tapi next semoga kita bisa perbaiki ya di Volume 2”

Bilal : “Kalo gue rasa sih kayanya minta maaf sih kayanya gaperlu. Karena sebagai audiens aja rasanya udah berterima kasih banget bisa dapet acara yang kaya gini dan dapet euphoria yang hampir sama lah. Kepikiran gak sih kalo band-band ‘tua’ kalian nih bakalan keluarin kompilasi lagi. Demi senang-senang gitu”

Koms : “Kompilasi sih kayanya deket sih ya. Artinya di CekSound sendiri kan udah banyak band sih. Udah ada sekitaran udah 40-an band. Bisa aja sih ya Zril ya?” hahaha

Azril : “Bisa aja. Temen temen lama kan juga udah ngeluarin Virology untuk kompilasi dan temen temen komunitas juga. Kalo kompilasi sih ya mungkin ada beda beda ya cara menanggapi nya. Mungkin ada yang bukan suatu hal yang ‘wah’ lagi. Ga seperti jaman dulu ya. Cuma sekedar pergaulan aja”

Koms : “Dan kita pasti punya cita rasa yang berbeda sih nantinya. Tunggu ajasih temen-temen ya. Ini bakalan terus… Oiy, Irsya ! “ sambil memanggil Irsya, drummer dari ToiletSounds yang mendatangi kami

Bilal : “Wah, Drummer yang mainnya paling keras di acara ini nih”

Azril : “Jadi gue kasih tau nih, Irsya juga salah satu ngadain acara ini. Bareng Koms, Gue, Irsya, dan Yudha. Langsung aja ke pelakunya ” sambil menyerahkan ke Irsya

Bilal : “Gimana Bung ToiletSounds tadi?”

Irsya : “Alhamdulillah tadi lancar, kita berusaha untuk tepat waktu. Dan alhamdulillah semua band bisa main. Walaupun ada troubleshooting beberapa tapi kita bisa ngatasin nya. Jadi semoga lain kali di Volume 2 dan Volume 3 kita lebih ter-organize lagi. Mudah-mudahan”

Bilal : “dan semoga gue harap sebagai audiens nih, gue pengen ada Merch Booth nya euy. Jadi sekalian jual kaset, cd dan kaos juga. Itu kaya poinnya ada disitu sih. Karena gue mikirnya gue sebagai generasi baru pengen punya memorabilia kalian saat kalian-kalian ini manggung lagi”

Koms : “Wah iya next di Volume 2 lah”

Irsya : “Nanti Volume 2 kita bakalan lebih prepare lagi”

Azril : “Next sih mungkin gue rasa tempatnya mungkin agak-agak lebih ‘ini’ ya, kalo ini kan agak mewah nih”

Irsya : “Nanti kita pindah lagi. Kita pindah lagi. Hehehe” potong Irsya sambil tertawa bersama Koms

Azril : “Jadi temen-temen tuh juga merasa agak minder juga nih. Next lah. Ini kan karena kita juga baru mulai untuk pertama, juga gue rasa kedepannya banyak perbaikan-perbaikan yang kita lakuin ya, Sya” Ujar Azril kepada Irsya dan mereka mengangguk mafhum bertiga dengan Koms

              “Jadi buat temen-temen semua. Sampai ketemu di Alternative Nation Volume 2”

Bilal : “Oke semuanya. Terima kasih juga kalian bertiga”

           Selesainya perbincangan saya dengan koresponden, saya berpendapat akan perlu adanya kesadaran dari diri masing-masing individu untuk tetap menjaga diri mereka. Tidak bisa dipungkiri memang, tekanan adrenaline yang terpacu saat berada di gigs membuat kita lupa akan keadaan sekitar dan tanpa sadar kita berdekatan dengan orang lain demi menikmati moment tersebut. Terlebih perlunya kesadaran kita sebagai penonton untuk selalu mengingatkan satu sama lain agar menjaga protokol kesehatan yang berlaku dan sangat perlu untuk dijalankan, guna menjaga siklus acara musik agar lebih baik lagi. Karena saya rasa kita semua menginginkan hal yang sama : pandemi berakhir dan kita bisa bersenang-senang kembali. Semoga dalam waktu dekat industri musik di skena lokal kembali pulih seperti sedia kala.

                                                                                                                 

Jakarta 11 Oktober 2021, Bilal

Kausa - Corvus (Last Set on Alternative Nation Vol.1)

https://youtu.be/j54QL6Lm_Ds































Comments